Akhir-akhir ini orang kantor saya mengungkapkan apresiasinya secara gamblang, seperti:
"Terbaik, fast respon sekali.. thank you so much ya mbak"
"Mantab.. service excellent"
Saya curiga mereka abis dapat semacam pelatihan komunikasi oleh perusahaan ato gimana.
But anyway, that small appreciative gesture really made my day.
Another highlight of this week was, dulu saya pernah bikin sistem from scratch yang alot banget tektokannya sama klien gede.
Dan seperti biasa, orang gak akan mengapresiasi ketika kita bekerja secara benar, tapi akan menghujat kalau pekerjaan kita salah.
Gak kerasa 2 tahun berlalu, pekerjaan tersebut bukan saya lagi yang handle karena saya dibuangmutasi ke divisi lain (hehe). Nah orang yang menggantikan posisi saya ini memakai sistem baru yang dibuilt sama Kadeptnya; orang yang dielu-elukan dan dipertahankan banget banget sama mantan Bos saya. Ternyata output yang dihasilkan nggak presisi dan besarannya selisih signifikan jika dibanding sistem yang saya bikin. Padahal dulu I have warned my late boss kalau sistem yang dia bikin is a bit off. I know semua orang punya style sendiri-sendiri, tapi ketika akurasi dan vailditasnya questionable, apakah masih bisa dibilang outputnya benar? yang ujungnya nilai meleset jauh dan bikin geger kliennya.
Endingnya my late boss minta pengganti saya untuk minta sistem yang pernah saya bikin.
Just think about it, masa iya sistem yang dicreate seorang kroco macam saya lebih dipercaya kevalidannya daripada punya Kadept? 🙈
Saya sangat menghargai orang-orang yang acknowledge hasil kerjaan saya.
Cerita gini di blog buat reminder kalau saya beres loh kerjanya.
Cuma saya gak banyak cuap-cuap and mastering the art of licking ass aja 😛



.jpg)




.jpg)
















