Singkat cerita, salah satu temen di circle kuliah saya akan menikah, dengan situasi seperti ini:
Acara hari Sabtu, 30 Juni (akad pukul 08.00 dan resepsi pukul 13.00)
Lokasi di Sampang, Madura (Dari Surabaya ke Sampang memakan waktu kurang lebih 3 jam)
Posisi kami para bridesmaid dan groomsmen tersebar di Jakarta, Balikpapan, Mojokerto, Surabaya, Pamekasan.
Jelas, bagi karyawan macam saya dan sebagian teman pasti susah pulang tenggo buat ngejer flight pada akhir bulan. Ada yang tutup buku lah, yang harus gaji karyawan lah, yang dikejar kantor cabang buat segera terbitin tagihan biar bisa dilunasi akhir bulan lah, etc. Meskipun bisa tenggo, saya agak was-was juga karena Menteng - bandara + macet yang ga bisa diprediksi bikin peluang ketinggalan pesawat semakin besar. Bos saya tiap jumat balik ke ‘negara’nya dengan flight jam 8 malam pun berangkat jam 3-4 sore dari kantor.
Naik dari Halim? Lebih dekat memang, tapi harganya lebih ga masuk akal 😂 apalagi tanggal itu masih dekat dengan lebaran. Jadi otomatis opsi dari Halim dicoret lah.
Sebelumnya juga pernah sih circle ini kondangan di tanah Karapan Sapi. Tapi saat itu, acara akad dan resepsi diselenggarakan hari minggu jadi kami kawan-kawannya ini bisa santai di perjalanan. Itu pun berangkat (flight subuh di CGK) dan esok malamnya balik (juga) dijemput sama pacar, karena sekarang sangat rawan bagi perempuan untuk naik taksi online di jam-jam sepi (dini hari dan tengah malam) dengan jarak yang lumayan jauh seperti itu.
Untuk kostum, saya dapet kain (atasan dan bawahan) untuk dijadikan baju seragam. Kain emboss dan batik madura berwarna cantik, yang pastinya bakalan saya pakai lagi di acara-acara kondangan lain. Paham dong ya ongkos jahitin di jabodetabek jauh lebih pricey dibandingkan di Jawa. Untuk ongkos jahit pakaian atas bawah di sini >200rb sedangkan di kampung saya untuk jahitan yang sama cuma butuh <100rb.
... Kembali ke topik bahasan.
Di awal diskusi via WAG, beberapa orang ingin datang di akad. Saya pun, tapi apa daya keadaan yang sudah saya jelaskan di paragraf atas nampaknya bukan menjadi pertimbangan bagi mereka. Saya bilang saya berencana untuk berangkat dini hari dari Jakarta dan mempersilakan mereka yang berdomisili lebih dekat dengan Sampang untuk datang ke akad nikah mewakili kami-kami yang jauh ini. Tapi nampaknya himbauan itu hanya sekedar lalu di whatsapp group. Yang dekat-dekat pun pengennya bareng-bareng datang ke kondangannya.
Baiklah.
Semua pada sepakat datang resepsi saja lalu muncul satu orang yang tadinya sama sekali tidak menanggapi, muncul dan bilang intinya datang akad itu sakral dan sangat disayangkan untuk dilewatkan.
Bisa ditebak kemudian, WAG mulai rame panjang lebar tapi ga ada ujungnya dan sejak itu saya memutuskan untuk diam.
Saya merasa saya menjadi provokator-ga-dateng-akad dan saya malas dianggap orang ignorant.
Disepakatilah bahwa kita bertemu di Surabaya jumat malam dan bertolak ke Sampang malamnya.
Tapi, dasar orang jawa.
Di depan bilang iya-iya tapi di belakang bilang lain.
Suatu hari ada teman yang japri, bilang intinya dia lebih memilih untuk berangkat pagi dengan alasan kurang lebih sama dengan saya.
Capek gontok-gontokan masalah begini, akhirnya saya beli tiket PP 1hari, ambil flight paling pagi dan paling malam ditemani partner saya.
Ga ambil pusing lagi saya bilang di group bahwa saya hanya sanggup berangkat pagi dan bawa pasangan dan saya sudah beli tiket.
Yang bikin makin keder lagi, H-1 pengantinnya inform bahwa nanti ada acara tabur bunga jam 12.30, dimana kita si bridesmaid dan groomsmen durjana ini yang naburin pengantin pas jalan di aisle.
Hari H
Flight jam 06.00, tapi tahu sendiri dong jarak ke bandara jauh dan pagi buta susah ojol nyangkutnya, saya bangun 02.30 pagi untuk persiapan menuju bandara.
Rejeki memang, meski pakai maskapai yang terkenal delay itu, pagi itu kami tidak mengalami kendala apapun dan start dari bandara on schedule bersama teman dari Banjarmasin yang udah landing duluan.
Setelah pick up sana sini dan rombongan lengkap, kami memutuskan untuk mampir sarapan di the famous bebek sinjay bangkalan.
... Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditepis.
Jam menunjukkan pukul 12.40 ketika rombongan memasuki kota Sampang. Mampir masjid sebentar untuk sholat dan ganti baju, kami sampai gedung jam 13.00 dong :)))
Ketika kami serombongan naik kuade untuk bersalaman dengan papa-mamanya, mamanya sempat bisikin ‘yah mbak kok dateng telat. Gajadi tabur bunga’ dengan ekspresi kecewa yang ga disembunyikan.
Rontok hati saya 💔
Pun dengan teman pengantin saya, melihat kita dengan muka masam alih-alih sumringah.
Sehebat itukah kami sampai bisa membuat acara pernikahan seseorang berantakan?
...
.....
.......
Langsung nafsu makan saya hilang. Bilang maaf pun lidah ini kelu. Gak nyangka aja bisa sampe kayak gini.
Saat pamitan, saya minta maaf sedalam-dalamnya kepada pengantin dan mamanya.
Cerita gak berhenti sampe di sini.
Bertolak dari Sampang jam 3 sore, perjalanan pulangnya pun lebih drama lagi.
Jalanan macet, dan harus antar teman yang domisili Surabaya di daerah Rungkut. Tau dong orang Surabaya jalanan di daerah situ masuk-masuknya kayak apa :))
Meskipun flight saya 21.15, kita kejar flight 19.30 ke BPN untuk kawan saya ini.
Drop off temen yang di Rungkut pukul 18 sekian. Sport jantunglah kita bertiga yang tujuan akhirnya bandara :)))
Syukurlah kami sampai sana tepat waktu sampai boarding meski flight saya delay banget sampe jam 22.10, walhasil sampe rumah jam 01.20 an :))))
----------
Sepanjang perjalanan saya merenung.
Coba kalau kita sedikit fleksibel, hal kayak gini bisa dihindari.
Coba kalau ada yang pengertian dan inisiatif datang perwakilan pas akad, karena gak mungkin juga ngandelin kita-kita yang jauh ini, dan ga mungkin juga nyalahin yang nentuin tanggal acara.
Coba kalau kita menekan ego masing-masing. Dan sederet coba-coba lainnya.
Saya heran dengan pencetus budaya bridesmaid dan tetek bengeknya.
I blew tons of energy and money every time I do this bridesmaid thingy. I do not want to brag or else but please remember I put a lot of effort to just come to your reception and give you handshake; congratulate you in person and I hope you simply appreciate that.
After all, I feel bad and deeply sorry for missing her reception moment 😔 I really do.
July 03, 2018
XXOO


0 comments